MENUJU GENERASI EMAS 2045: Pemkab Sidoarjo Gencar Atasi Stunting, Target 2025 Dibawah 2 Persen


Pemkab Sidoarjo terus melakukan gerakan mengatasi stunting, salah satunya memberikan bantuan pangan diberikan Bupati Subandi kepada masyarakat Sidoarjo.

DIMENSINEWS.COM – SIDOARJO: Peningkatan kesehatan bagi bangsa ini menjadi paling krusial mendapat perhatian dari semua pihak sebagai komitmen mewujudkan ‘Generasi Emas 2045’.  Bahkan berbagai kebijakan strategis telah dilakukan pemerintah pusat hingga daerah, terutama menyangkut kegiatan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.

Begitu pula yang sudah dilakukan Pemkab Sidoarjo, bahkan disadari untuk  membangun kesehatan masyarakat, harus dimulai secara dini. Salah satunya terus berupaya menanggulangi stunting  atau gangguan tumbuh kembang anak di Sidoarjo.

Berbagai program dilakukan, di antaranya pemberian bantuan pangan, penguatan pengasuhan anak, dan sosialisasi pencegahan stunting. Bahkan saat ini pihaknya menyalurkan bantuan pangan, seperti ayam dan telur kepada keluarga yang berisiko stunting. Selain itu, ada program “Kelas Orang Tua Hebat Modul BKB Emas” untuk meningkatkan pengasuhan anak. 

Menurut Bupati Sidoarjo H. Subandi SH, berbagai langkah ini merupakan upaya memberikan edukasi dan penguatan dalam pengasuhan anak. “Ini merupakan upaya preventif. Karena dengan  memberikan edukasi kepada masyarakat tentang stunting, termasuk penyebab dan cara pencegahannya, serta pentingnya menjaga kebersihan dan sanitasi, kami  berharap dapat menurunkan angka stunting di wilayahnya secara signifikan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, angka stunting di Sidoarjo mengalami penurunan signifikan. Dari 16,1 pesen Tahun 2022 menjadi 8,4 pesen pada Tahun 2023, lalu untuk 2025 diharapkan turun hingga di bawah 2 persen, bahkan diharapkan zerro. “Apa yang kita lakukan setiap tahun dengan berbagai program intervensi itu telah membuahkan hasil signifikan. Angka stunting kita harapkan pada tahun ini turun 2 persen,” ujarnya.

Sejauh ini, Pemkab Sidoarjo memang terus berupaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi keluarga melalui berbagai program strategis. Beberapa langkah konkret dilakukan untuk memastikan tumbuh kembang anak-anak Sidoarjo optimal serta mencegah masalah gizi di masa depan. Salah satunya, pemberian makanan tambahan dan nutrisi bagi anak yang berisiko stunting.

Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana mencanangkan gerakan pola hidup sehat bagi remaja sebagai langkah preventif mengatasi stunting.

Sementara itu Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana juga getol berkampanye program peningkatan kesehatan masyarakat. Tak terkecuali upaya-upaya dalam mengatasi stunting, terutama untuk kaum remaja putri di Sidoarjo.Mereka diminta agar menjaga kesehatan sejak dini sebagai langkah penting mencegah stunting pada generasi mendatang.

 “Remaja putri adalah calon ibu bagi generasi masa depan. Menjaga kesehatan, memperhatikan asupan gizi, dan menerapkan pola hidup sehat sejak remaja adalah investasi besar untuk melahirkan generasi emas bebas stunting,” ujar Mimik.

Mak Mimik, sapaan akrab Wabup Sidoarjo ini kembali menegaskan pencegahan stunting tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga memerlukan kesadaran pribadi dan dukungan lingkungan. “Kalau remaja putri sehat, kelak anak yang dilahirkan juga akan sehat, cerdas, dan berkualitas,” tegasnya.

Tidak kalah ikut menopang upaya meningkatkan kesehatan masyarakat adanya gerakan Aksi Bergizi di sekolah dan pesantren dan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Leading sectornya adalah Dinas Kesehatan Kab. Sidoarjo, yang terus melakukan sosialisasi ke berbagai kelompok atau lapisan masyarakat.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Lakhsmie Herawati. Pihaknya  berkomitmen untuk menangani peningkatan gizi ibu hamil dan balita sebagai upaya untuk menekan angka stunting.  Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan.

‎Saat ini, pihaknya telah melaksanakan berbagai program untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita. “Program-program ini mencakup penyuluhan gizi, distribusi suplemen gizi, dan pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin,” ujarnya.

‎Dengan fokus pada peningkatan gizi ibu hamil dan balita, Dinkes Sidoarjo berharap dapat menurunkan angka stunting di Kabupaten Sidoarjo dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Upaya ini juga sejalan dengan target pemerintah untuk menurunkan angka stunting secara nasional,” imbuhnya.

Upaya percepatan penurunan stunting sebagai program prioritas nasional, dengan target menurunkan prevalensi stunting secara signifikan diperlukan sinergi semua pihak. Termasuk, organisasi masyarakat, tokoh agama, kader kesehatan serta kaum perempuan yang memiliki peran penting dalam keluarga.

Salah satunya Dinkes Sidoarjo menggandeng Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Pemkab Sidoarjo menggelar Gerakan Cegah Stunting Bagi Muslimat NU di Pendopo Delta Wibawa. Sebagai organisasi perempuan muda yang memiliki posisi strategis dalam mendukung gerakan cegah stunting.

Selain itu, sebagai bagian dari komunitas yang dekat dengan masyarakat. Sehingga bisa diharapkan menjadi motor penggerak dalam mensosialisasikan pemantauan tumbuh kembang anak, mencegah stunting dengan menggunakan prinsip ABCDE dan menguatkan peran keluarga dalam pola asuh yang baik bagi anak.

Dokter Lahksmie menegaskan pencegahan stunting menjadi prioritas utama. “Banyak program kami jalankan, mulai dari peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, penyediaan makanan tambahan bergizi, perbaikan sanitasi lingkungan hingga penguatan edukasi kepada masyarakat. Beberapa program itu tidak akan berhasil maksimal tanpa adanya dukungan dan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, dia memperkenalkan prinsip ABCDE dalam pencegahan stunting, yakni:

A : Aktif minum Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri dan Ibu Hamil.

B : Bumil teratur periksa kehamilan minimal 6 kali di fasilitas kesehatan.

C: Cukupi konsumsi protein hewani untuk memenuhi asupan gizi. 

D : Datang ke Posyandu rutin setiap bulan untuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak.

E : Eksklusif ASI selama 6 bulan dan  dilanjut hingga usia 2 tahun dan berikan MP-ASI yang tepat. 

Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat, Dinkes Sidoarjo optimis dapat mencapai target penurunan stunting dan menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Sementara itu, kebijakan lain Pemkab Sidoarjo dalam meningkatkan kesehatan masyarakat adalah menerbitkan Surat Edaran/SE tentang Pembentukan Desa/Kelurahan Iman (Imunisasi Mantap). Kebijakan sebagai landasan hukum dalam berkegiatan program peningkatan kesehatan balita di tingkat desa maupun kelurahan, melalui imunisasi.

Program tersebut juga berfokus pada peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi. Lewat Program Desa/Kelurahan Iman akan memastikan bayi dan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap, sebagai tindakan preventif  untuk ketahanan kesehatan masyarakat. (adv/rhema/dilah)

Berita Terkait

Top