Raker ke II PWI Sukses Bangun Sinergisitas Kerja Sama 2 Lembaga Strategis


Ketua DPRD Sidoarjo H Ustman M Kes saate memberikan paparan materi kerja sama kepada peserta Raker PWI Jum’at (8/12) lalu.(Dillah)

Kepala BPPD Ari Suryono,menyampaikan materi sosialisasi kepada anggota dan peserta Raker PWI di hari kedua Raker Sabtu (9/12) kemarin.(Dillah). 

DIMENSINEWS.COM SIDOARJO; Agenda Rapat kerja (Raker) ke 2 Organisasi
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sidoarjo Sabtu (9/12) sore kemarin akhirnya secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup.
Raker kali kedua tahun 2023 kali ini,selain digelar resmi digelar di Villa Attaka Kota Batu,juga dihadiri dan dibuka secara langsung pada Hri Jum’at (8/12) oleh Ketua DPRD Sidoarjo H Ustman.
Catatan yang dihimpun media ini,setidaknya ada 2 capaian penting yang menjadi point penting selama pelaksanaan Raker.
Dimana Ketua DPRD Sidoarjo H Usman, M Kes,selain ikut hadir membuka dan menyampaikan materi berisi point2 penting terkait kerja sama antar lembaga pemerintah DPR dan Media.
Hadir pula dalam acara Raker ini,Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Sidoarjo,Ari Suryono.
Dimana H Ustman dalam kesempatan menyampaikan materi bahasan kepada semua anggota PWI yang mengikuti Raker menjelaskan akan pentingnya sinergisitas kerja sama antar semua lembaga pemerintah,khusunya DPRD untuk saling bermuhasabah/saling meng_introspeksi dalam mengemban amanah kerja sesuai dengan posisi masing2.
“Organisasi media apapun,khususnya PWI adalah mitra strategis kita,terutama dalam.kaitannya untuk mewujudkan Program Sidoarjo yang gemilang,”ujar legislator asal PKB ini.
Karenanya, Usman, PWI Sidoarjo sebagai organisasi profesi wartawan diharapkan untuk bisa terus saling mengawasi kinerja dari legislatif maupun eksekutif.
Seperti pembuatan Perda maupun kebijakan-kebijakan lainnya yang dianggap kurang relevan.
“Karena implikasi dari sebuah penulisan/berita ini lebih dahsyat dari pada peluru. Maka kami berharap kita sama-sama mempunyai fungsi kontrol,” imbuhnya.
Untuk itu,Ustman berharap semua lembaga baik,eksekutif.legislatif dan yudikatif dan insan pers bisa tercipta harmonisasi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab kerjanya. Meski terkadang tidak semua pihak menyukai kebersamaan ini.
“Kalau misal ada disharmonisasi, maka program dari Pemkab Sidoarjo akan terhambat. Tentu yang rugi siapa? Ya masyarakat itu sendiri yang rugi,” tandasnya.
Usman menambahkan pihaknya berharap anggota PWI Sidoarjo dalam menulis sebuah informasi atau berita harus sesuai dengan hati nurani. Bukan atas dasar pesanan pihak lain.
“Karena ini bisa bahaya, sebuah tulisan kadang bisa membolak-balik fakta. Untuk itu dalam bekerja harus mengutamakan etika dan hati nurani kita. Jangan sampai tulisan yang dibuat dapat menyakiti atau membunuh karakter seseorang,”timpal Ustman.

Kepala BPPD, Ari Suryono Ajak PWI Bermitra Agar Wajib Pajak Semakin Sadar Membayar Kewajiban Pajaknya.

Sementara di hari kedua Raker,Ketua Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD),Ari Suryono juga berkesempatan menggelar Sosialisasi Pajak Daerah kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sidoarjo.
Sosialisasi Pajak Daerah kali ini sengaja ia sampaikan Kepada organisasi media,terutama yang tergabung sebagai anggota PWI.
“Karena teman2 media ininkami anggap sebagai salah satu pintu gerbang informasi yang sangat strategis dalam menyampaikan berbagai hal terkait prosedur,ketetapan serta kewajiban pajak kepada warga/masyarakat”tutur Ari
Ada beberapa hal yang disampaikan dalam kegiatan ini. Salah satunya inovasi layanan dan capaian yang telah berhasil diraih oleh BPPD Sidoarjo.
“Alhamdulillah sekarang realisasi pendapatan pajak sudah Rp 1,2 triliun dan diperkirakan masih akan naik lagi,” cetus Kepala BPPD Sidoarjo, Ari Suryono.
Dia menambahkan, capaian realisasi pendapatan pajak berkat dukungan semua pihak. Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor sejak awal meminta BPPD untuk turun langsung ke masyarakat atau wajib pajak.
Wajib pajak juga harus tahu, bahwa dengan membayar pajak, baik PBB maupun BPHTB serta pajak lainnya sangat penting untuk menunjang pembangunan di Kota Delta.
“Bupati Muhdlor bisa membangun infrastruktur di mana-mana itu juga berkat warga Sidoarjo yang taat bayar pajak. Manfaatnya besar sekali untuk kemajuan Sidoarjo,” tandas Ari.
Di samping itu, mantan Kepala Dinas Perijinan dan Penanaman Modal itu juga meminta saran dan masukan untuk meningkatkan kesadaran warga Sidoarjo untuk membayar pajak.
Kemudian dalam memanfaatkan potensi pajak reklame, BPPD Sidoarjo telah memasang 10 titik papan reklame di tempat-tempat strategis.
Inovasi yang dilakukan Ari Suryono ini berangkat dari banyaknya periklanan yang di pasang di pohon dan tiang-tiang listrik.
“Makanya kami inisiatif buat panggung reklame jadi tidak harus dipasang di pohon dan tiang listrik,” tegasnya.
Dalam sosialisasi ini, sejumlah anggota PWI Sidoarjo memberikan saran dan masukan. Misalnya ada problem kesulitan bayar PBB bagi warga yang mengikuti program PTSL.
Kemudian sosialisasi kepada masyarakat dan media arus utama harus lebih ditingkatkan. Karena sebagian masyarakat bukan tidak mau membayar pajak, tapi terkadang tidak tahu caranya.
“Terimakasih atas saran dan masukan teman-teman semua. Untuk pembayaran pajak sekarang sudah bisa secara online, jadi tidak perlu dititipkan lagi melalui perangkat desa atau yang lainnya,” ucapnya.
Sementara, Ketua PWI Sidoarjo Mustain menyampaikan sinergitas antara PWI dengan pemerintah, khususnya BPPD Sidoarjo sangat penting.
Karena berbagai kegiatan dan inovasi jika terpublikasikan dengan baik akan sangat berkontribusi terhadap pemahaman masyarakat.
“Semoga ke depan kita bisa saling berkolaborasi untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pajak,” pungkasnya.(Dillah)

Berita Terkait

Top