SIDOARJO ‘PANEN’ PRESTASI: Tiga Inovasi Pelayanan Publik dan Investasi Raih Penghargaan Tingkat Jatim


Penghargaan tiga inovasi pelayanan publik diterima Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Hotel Mercure Surabaya.

DIMENSINEWS – SIDOARJO: Cukup membanggakan. Menjelang akhir tahun, Pemkab Sidoarjo panen penghargaan atas berbagai terobosan kebijakan dalam mengelolah pemerintahan. Kali ini tiga inovasi meningkatan pelayanan publik, telah meraih penghargaan Inovasi Teknologi (Inotek) Award Jawa Timur 2025 dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Timur.

Tiga inovasi itu adalah aplikasi web bernama Setia atau Sistem Riset dan Inovasi Daerah milik Bappeda Sidoarjo, lalu inovasi pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk Capil) Sidoarjo bernama Duta Hatiku (Dukcapil Tanggap Bencana Harapan Timbul Kembali Utuh).

Satunya lagi inovasi pembelajaran sekolah bernama Pandawa atau Papan Dolanan Aksara Jawa milik SDN Juwetkenongo Porong. Penghargaan tiga inovasi ini diterima Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Hotel Mercure Surabaya, kemarin.

Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati,–mewakili Bupati Sidoarjo H. Subandi mengatakan Pemkab Sidoarjo selalu mendorong OPD untuk terus melahirkan inovasi. Menurutnya saat ini pemerintah dihadapkan pada tantangan pelayanan publik yang semakin baik, senyampang dengan penerapan perkembangan teknologi digital .

 Oleh karenanya inovasi menjadi jawaban tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang responsif, transparan, dan mudah diakses. “Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik lewat inovasi-inovasi yang dibuat untuk mendekatkan dan mempermudah pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Sekda Fenny mengatakan inovasi bukan hanya soal teknologi.  Lebih dari itu adalah menjawab tantangan riil akan pelayanan pemerintah yang berdampak dan berkelanjutan. Oleh karenanya inovasi lahir dari suatu permasalahan. Inovasi muncul sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada.

“Inovasi tidak hanya sekedar teknologi, membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah atau sesuatu yang lama menjadi singkat itu termasuk inovasi seperti inovasi papan dolanan aksara Jawa yang memudahkan siswa belajar aksara Jawa,” ucapnya.

Ditambahkan, perkembangan inovasi di Kabupaten Sidoarjo sangat luar biasa. Seluruh OPD Sidoarjo mampu melahirkan berbagai inovasi. Hal tersebut menjadi bukti kompetensi ASN Sidoarjo dapat diandalkan. Selain itu kerja kolaboratif lintas sektor menjadi kunci mengali inovasi berbasis kebutuhan masyarakat. “Terima kasih semuanya, Bappeda, Diknas, Dispenduk Capil tetap semangat melahirkan inovasi demi Kabupaten Sidoarjo yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Disduk Capil Sidoarjo Reddy Kusuma mengatakan inovasi Duta Hatiku merupakan inovasi jemput bola pelayanan dokumen kependudukan dilokasi bencana atau musibah. Inovasi tersebut untuk memudahkan korban memperoleh kembali dokumen kependudukan yang hilang tanpa harus datang ke kantornya.

Layanan tersebut mampu menerbitkan empat hingga 16 dokumen kependudukan dalam satu kali penerbitan. “Duta Hatiku merupakan inovasi jemput bola prioritas yang ditujukan bagi penduduk rentan, khususnya korban bencana atau musibah, ucapnya.

Rosela Fidaus Guru Kelas SDN Juwetkenongo Porong mengatakan terciptanya inovasi Pandawa berangkat dari keinginannya untuk mempermudah pelajaran bahasa Jawa. Sebelumnya pelajaran aksara Jawa sulit diterima oleh anak didiknya melalui pengajaran pada umumnya. Namun dengan papan permainan yang diciptakannya, para siswanya mampu memahami aksara Jawa dengan mudah.

“Papan Dolanan Aksara Jawa ini merupakan papan permainan untuk mempermudah anak-anak dalam belajar aksara Jawa dengan berbagai kegiatan seperti dengan melihat video, menyanyikan lagu, kemudian bernainular tangga,” ujarnya.

Sementara itu inovasi Setia atau Sistem Riset dan Inovasi Daerah berbasis web yang dikembangkan oleh Bappeda Sidoarjo digunakan untuk memfasilitasi dan mengelola data riset dan inovasi daerah secara terpadu. Aplikasi tersebut digunakan untuk pengajuan judul kajian, pelaporan inovasi, hingga penyelenggaraan Kompetisi Inovasi Sidoarjo (KISI) serta publikasi hasil riset dan inovasi.

Dalam website setia.sidoarjokab.go.id tersebut terhimpun data riset dan inovasi yang sebelumnya tersebar ke dalam satu database yang terpusat serta menyajikan data riset dan inovasi secara real-time dan transparan. Lewat aplikasi itu pengguna juga dapat melihat beragam inovasi yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

JUGA RAIH INVESTMENT AWARD 2025

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan penghargaan Investment Award 2025 kepada Sekda Fenny Apridawati.

Sebelumnya, tidak kalah prestisnya adalah penghargaan Investmen Award Jatim 2025 yang juga diraih Pemkab Sidoarjo. Penghargaan sebagai indikator keberhasilan di bidang investasi daerah ini diberikan pada ajang Penganugerahan Investment Award Jawa Timur 2025 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperoleh peringkat terbaik kedua untuk kategori kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tingkat kabupaten/kota se-Jawa Timur. Adapun PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Tbk yang berlokasi di Sidoarjo ditetapkan sebagai juara pertama kategori Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang di  Grand City Surabaya, Rabu lalu, /10/2025). Gubernur Khofifah mengatakan, penghargaan Investment Award ini merupakan bentuk apresiasi Pemprov Jatim kepada daerah, instansi, dan pelaku usaha yang dinilai berhasil meningkatkan investasi, memperbaiki layanan perizinan, serta menciptakan iklim usaha kondusif.

Pada kategori kinerja DPMPTSP, posisi terbaik pertama diraih Kabupaten Gresik, disusul Sidoarjo di peringkat kedua, Kota Madiun ketiga, Kota Blitar keempat, dan Kabupaten Bojonegoro di urutan kelima.

Sementara untuk kategori PMDN, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia dari Sidoarjo menempati posisi teratas. Peringkat kedua ditempati PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera dari Gresik, dan ketiga PT Surabaya Industrial Estate Rungkut.

Mewakili Bupati H. Subandi SH, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa Sidoarjo terus menjaga iklim investasi yang sehat. “Penghargaan ini bukan hanya capaian pemerintah, tetapi juga hasil kerja sama seluruh pihak, termasuk pelaku usaha dan masyarakat. Kami akan terus berkomitmen mempermudah perizinan dan memberikan layanan terbaik,” ujarnya.

Kepala DPMPTSP Sidoarjo, Ridho Prasetyo, menambahkan pihaknya akan menjadikan penghargaan ini sebagai pemacu kinerja. “Target kami bukan hanya mempertahankan, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan agar Sidoarjo semakin kompetitif dalam menarik investasi,” ujarnya.

Salah satu kebijakan, lanjutnya dia, adalah terus melakukan reformasi birokrasi dan digitalisasi pelayanan. “Dua aspek itu akan terus kami perkuat, dan raihan penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan perizinan dan menarik lebih banyak investasi di masa mendatang,” tegasnya. (adv/rhema/dillah)

Berita Terkait

Top