Antisipasi Kecurangan.Imin Serukan Pukul Kentongan.H Subandi Kecam Pimpinan Daerah Yang Intimidasi Kades.


Cawapres pasangan 01.H Muhaimin Iskandar didampingi Wabup Sidoarjo H Subandi saat menyampaikan pidato politiknya dihadapan ribuan massa dan simpatisan PKB di Desa Candipari Kec Porong Jum’at (9/2) pagi tadi.

Wabup Subandi saat dikonfirmasi awak media terkait info pemimpin daerah yang melakukan intimidasi kepada ratusan Kades di Sidoarjo.(Dillah)

DIMENSINEWS.COM SIDOARJO; Pasangan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1 Muhaimin Iskandar menghimbau warga di Desa Candipari, Kec Porong, Sidoarjo, Jatim secara serempak untuk melakukan patrol desa serta tak lupa membawa alat berupa kentongan (dari bambu) saat pencoblosan Pemilu Rabu (14/2) 2024 nanti.
Himbauan sekaligus ajakan ini disampaikan Cak Imin,panggilan akrab politisi kawakan PKB ini saat melakukan gelar kampanye di hadapan ribuan kader dan simpatisan PKB ,serta massa pendukungnya Jum’at (9/2) pagi tadi di desa tersebut.
Upaya itu lanjut Imin,sengaja ia gaungkan sebagai upaya/aksi konkret atas gerakan perubahan taktis dalam menghadapi banyaknya aksi kecurangan yang dilakukan oleh panitia penyelenggara di semua Tempat pemungutan suara (TPS).
“Kentongan itu nanti bisa bapak/ibu pukul bila menemukan dugaan kecurangan yang dilakukan orang2 yang tidak bertanggung jawab.Jadi bapak-Ibu awasi bisa mengawasi lingkungannya msing-masing.Pukul kentongannya bila ada upaya dari pihak2 yang merusak pelaksanaan Pemilu”ujar Imin
Lebih lanjut Cak Imin yang saat memasuki area kampanye disambut antusias warga yang ingin foto bersama. Serta sebagian aksin warga yang memukul kentongan mengatakan.
Kentongan itu dibunyikan sebagai tanda simbolis menggaungkan patroli perubahan.
Cak Imin mengatakan bunyi kentongan itu juga sekaligus bisa digunakan untuk menggerakkan warga agar tak golput saat pencoblo
“Kita patrol untuk menggerakkan dan membangunkan orang-orang, ada satu ibadah penting 14 Februari nanti,”himbau Imin.
Dia mengajak warga saling mengingatkan agar mencoblos pada Pilpres 14 Februari mendatang. Dia berharap warga kompak datang ke tempat pemungutan suara (TPS).
“Kita bangunkan yang lagi santai, kita bangunkan yang lagi tidur, ayo ke TPS,” ujarnya
Masih kata Cak Imin,dengan Kentongan tersebut warga menjaga selain bisa menjaga TPS dan melakukan patroli di wilayahnya masing2.
“Hal itu dilakukan agar tak ada maling suara.
“Kenapa patrol? Agar tidak ada yang maling suara, agar Pemilu nanti berjalan dengan jujur, adil dan terbuka,” kata Cak Imin.
“Kita harus pastikan warga-warga mencoblos di TPS masing-masing,”tukasnya.
Sementara Ketua DPC PKB Sidoarjo H Subandi SH,saat berkesempatan memberikan pidato kampanye dengan menyindir adanya informasi ke dirinya tentang seorang Pimpinan daerah (Bupati) telah secara diam-diam melakukan upaya intimidasi secara masiv kepada ratusan Kepala Desa/Lurah di satu hotel Sidoarjo.
tidak boleh mengintimidasi.
Subandi yang dikenal juga sebagai Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo ini mengaku sangat geram dengan manuver yang dilakukan kolega_ny tersebut.”Ini preseden buruk bagi para ASN dan pimpinan daerah yang seharusnya harus bersikap netral bila ingin situasi politik Sidoarjo tetap stabil.
“Jangan melakukan intimidasi.”uvap Subandi dengan nada geram.
Subandi juga mengingatkan kepada pimpinan daerah itu untuk menghentikan segala bentuk penekanan/intimidasi itu bila Tidka ingin Sidoarjo Chaos.
”Saya sebagai pimpinan daerah tidak pernah memberikan contoh yang tidak baik,” tandas Subandi.
Berdasar keterangan dan info yang ia terima dari Kades dan lurah yang mengadu kepadanya,H Subandi menyebutkan diantara tindakan intimidasi yang dilakukan oleh Bupati adalah telah sengaja mengumpulkan kepala-kepala desa di Sidoarjo. Mereka mengaku diintimidasi.
”Sebagai pimpinan daerah tindakan intimidasi seperti itu jelas tidak patut dan pantas” tandasnya.
Lebih lanjut Subandi menyampaikan bila ingin Sidoarjo tetap tenang, nyaman dan tentram,semua pihak harus sepakat berjalan bersama.
“Tugas pimpinan daerah adalah menjaga stabilitas politik di Kabupaten Sidoarjo.
Kalau sampai terjadi intimadasi itu berarti ada kemunduran demokrasi.Kami sangat berharap Pemilu kali ini bisa berjalan dengan ujur dan adil (jurdil) Jangan ikut-ikutan kondisi politik yang ada di pusat”ungkapnya.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya di media ini shu politik Kabupaten Sidoarjo menghangat pasca menyeberangnya Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) ke Pasangan Capres-Cawapres No. 02. Pada Kamis (1/2/2024),
Gus Muhdlor mendeklarasikan bahwa dirinya mendukung pasangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.
Padahal, Bupati Gus Muhdlor terpilih sebagai bupati dan wakil bupati bersama H Subandi pada Pilkada Sidoarjo 2020 lalu. Keduanya diusung oleh DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sidoarjo yang notabene merupakan pengusung Pasangan Capres Anies Baswedan dan Cawapres Muhaimin Iskandar. Ketua Umum DPP PKB yang juga Cawapres No. 2 Muhaimin Iskandar menyatakan Gus Mundur otomatis dipecat sebagai kader PKB setelah resmi menyatakan memihak Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024.(Dillah).

Berita Terkait

Top