Refleksi Akhir Tahun RPS Dihujani Pesan Moril dan Politik Untuk Subandi-Mimik.

Ketua Komunitas What Ap Group (WAG) Ruang Publik Sidoarjo (RPS) Sujani S Sos saat menyampaikan sambutan ringkas dalam acara refleksi akhir tahun dan menyambut pemimpin baru di Kedai Bu Atiek Minggu (28/12) malam kemarin.
Pose Foto para tokoh saat secara bergantian menyampaikan evaluasi dan berbagai pesan moril dan politik kepada H Subandi-Hj Mimik.(Dillah)
DIMENSINEWS.COM SIDOARJO; Ratusan warga Sidoarjo dari berbagai unsur antaranya,tokoh masyarakat,aktivis, politisi,akademisi,Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM),Mahasiswa,Ulama,insan media serta berbagai elemen lain yang tergabung dalam wadah/Komunitas What Ap Group (WAG) Ruang Publik Sidoarjo (RPS) Minggu (28/12) malam kemarin menggelar acara silaturahmi sekaligus diskusi di Kedai RM “Bu Atiek” di Kelurahan Magersari Sidoarjo kota.
Mengambil tema diskusi “Refleksi Akhir Tahun 2024 dan Sambut Pemimpin Baru 2025”,komunitas WAG RPS besutan mantan aktivis yang juga pemerhati masalah sosial politik,Sujani S Sos tersebut berlangsung hangat dengan kehadiran puluhan tokoh gaek diantaranya,KH Khoiri,Dr Djamil Jurist,Drs Wily Yunus Msi,Veteran Jurnalis yang saat ini terjun sebagai Lawyer, Makin Rahmat SH MH,Abdullah,H Sukimin(perwakilan Kades),Aries (FBPD),H Ainul Yakin (budayawan) dan perwakilan dari aktivis mahasiswa (Kampus),komunitas Perwabi (Persatuan wanita baik dan mandiri) Secara bergantian,Nadia Bafaqih dan Nanang Haromain,yang memandu jalannya acara diskusi memberi kesempatan kepada para tokoh dari berbagai latar belakang serta disiplin ilmu tersebut untuk menyampaikan pandangannya seputar berbagai problem yang terjadi selama memasuki tahun 2024 serta ke depan apa saja strategi dan upaya yang harus dilakukan oleh Paslon bupati terpilih (H Subandi-Hj Mimik I) untuk membuat Sidoarjo ke depan lebih maju dan bebas dari korupsi, dalam forum diskusi yang juga sebagai ajang pertemuan perdana bagi dua kelompok eks pendukung masing-masing Paslon Bupati-Wakil Bupati pasca Pemilukada bulan November lalu.
Drs H Willy Yunus,Dr Djamil Jourist,Abdullah serta Slamet,empat tokoh dalam kesempatan berbicara menyampaikan pentingnya upaya rekonsiliasi total yang harus dilakukan oleh kubu Paslon Bupati terpilih.
“Menurut saya ini sangat penting,agar siapapun para pemimpin Sidoarjo ke depan tidak lagi menambah catatan hitam Sidoarjo sebagaimana para pemimpin sebelumnya”ujar Willy serius.
Lebih jelas Willy menyebut bahwa muasal sejarah kelam Sidoarjo dengan kurun waktu tiga kali berganti kepemimpinan dan selama tiga kali itu pula terseret kasus korupsi disebabkan para pemimpin terdahulu itu terjebak dalam euforia kemenangan politik dan kesalahan dalam menentukan kebijakan dalam berbagai bidang.
“Kita bisa lihat bagaimana euforia kemenangan tersebut dengan kebijakan bupati terpilih yang memilih dan memposisikan para kroninya dengan seenaknya tanpa mempedulikan asas kepatutan.Ini yang harus di stop terlebih dahulu” tukas Willy.
Begitu pula bagaimana selama kurun waktu berkuasa,bupati lebih mementingkan arah dan obyek pembangunan di daerah/wilayah basis para pendukungnya.
“Kalau ini tetap dilakukan,saya pastikan Sidoarjo ke depan bakal semakin terpuruk.Saya berharap mulia sat ini,tidak ada istilah kosong satu,kosong dua,BAIK dan SAE,tapi Bupati milik masyarakat Sidoarjo”tegas Abdullah Ketua KPNP (Koalisi partai non parlemen) setengah berteriak.
Ungkapan dan harapan yang hampir senada juga diungkapkan tokoh-tokoh lain yang prinsipnya menginginkan pemimpin Sidoarjo harus bisa melakukan upaya rekonsiliasi kepala semua elemen masyarakat Sidoarjo tanpa kecuali
“Saran saya tinggalkan budaya catatan buku ‘abang’ (buku merah) itu. tanpa (upaya) itu saya pesimis kondisi Sidoarjo bisa lebih baik “ujar Najib Martak,dalam kesempatan berbicara.
Sejumlah tokoh lain juga mengusulkan agar tokoh-tokoh penting yang ada di Sidoarjo untuk membentuk wadah/lembaga formil/semi formil yang mana lembaga tersebut selain diisi oleh tokoh dari berbagai unsur elemen serta disiplin ilmu bidang.
Keberadaan lembaga itu diharapkan bisa menjadi alternatif wadah diskusi yang terbuka bagi Bupati-Wakil Bupati sebelum menentukan kebijakan.
Upaya ke arah ini setidaknya sudah dilakukan warga Kota Surabaya dengan membentuk Dewan Kota.
Sementara Ketua RPS Sujani, S.Sos salam sambutan di awal dan akhir acara mengatakan acara refleksi akhir tahun ini rencananya akan ia gelar secara rutin jelang moment pergantian tahun.
“Ini dalam rangka memberikan masukan terhadap pembangunan di Sidoarjo, yang dimungkinkan ada kekurangan maupun kelebihan supaya dapat menjadikan koreksi atau evaluasi agar Sidoarjo menjadi lebih baik.
Lebih lanjut Pria yang kesohor dengan predikat Bupati Swastanya Sidoarjo itu menambahkan selama ini penyampaian suara keras maupun kritikan dari pihak diluar pemerintah, mau ditindak lanjuti atau tidak.(Dillah)