Media Butuh Iklan, Idealnya Tetap Kritis dan Konstruktif. Bisakah ?


Kegiatan Bimtek Insan Pers yang digelar Dinas Kominfo Kab. Sidoarjo di Hotel Horison Aziza di Solo.

DIMENSINEWS.COM – SIDOARJO : Masuk menjadi bagian empat pilar demokrasi membangun bangsa ini, eksistensi media tentunya mempunyai tanggung jawab keprofesian maupun moral untuk selalu menyajikan berita-berita kritis dan kontruktif  sebagai kontrol sosial yang independen dengan segala tanggung jawabnya,–sebagai diamanatkan Undang-undang Pers Nomor 40 tahun 1999.

Namun berposisi sebagai media industri, rasanya memang sulit dapat benar-benar menempatkan diri sebagai agen pembaharuan yang independen.  Tantangan ke depan tidak hanya masalah Sumber Daya Manusia (SDM)  yang harus ditingkatkan seiring tuntutan zaman. Lebih dari itu adalah tuntutan sebagai media industri yang membutuhkan finansial cukup agar bisa terus menggerakkan roda perekonomian sebagai penopang kontinyuitas kiprah media tersebut.

Berbagai permasalahan itulah yang sempat dibedah dalam Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Insan Pers digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sidoarjo di Hotel Horison Aziza Solo selama dua hari Kamis-Jumat, 16-17 November 2023. Kegiatan diikuti 125 wartawan dari berbagai media ini dibuka Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali,  kemarin malam, Kamis (16/11) malam.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, di antaranya Wakil Ketua 1 DPRD Sidoarjo H. Kayan SH,  Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Jawa Timur Ahmad Wilyanto M.Ikom, CTA dan Dosen Ilkom Untag Surabaya Wahyu Kuncoro. Ikut hadir Wakil Ketua 2 DPRD Sidoarjo Bambang Riyoko dan Kepala Dinas Kominfo Noer Rochmawati

Narasumber Ahmad Wilyanto mengungkapkan salah satu solusi menghadapi tantangan media adalah mengembangkan konsep jurnalitik positif. Di mana, suatu pemikiran tentang aktivitas jurnalistik atau membuat berita sesuai kaidah dengan mengedepankan aura yang dapat memompa semangat kebaikan bagi khalayak, Ini juga sekaligus dapat memberi dampak  positif  baik secara individual maupun kelompok tanpa keterpihakan.

Ini bukan berarti wartawan hanya boleh menyajikan berita yang bagus-bagus bertujuan menyenangkan kelompok tertentu, sementara kepentingan kelompok lain,–yang lebih besar justru terbaikan. Misalnya cenderung menulis yang baik-baik untuk kepentingan pemerintah, sementara kepentingan publik,–masyarakat terabaikan.

Sehingga yang terjadi wartawan atau media itu telah bertindak sebagai agen pecitraan untuk kelompok tertentu dengan mengabaikan kepentingan lainnya yang lebih urgen. “Tidak seperti itu. Sebagai wartawan harus dapat menyajikan berita kritis, termasuk dalam menyikapi kebijakan-kebijakan pemerintah demi kebaikan ke depannya. Sehingga berita kritis yang disajikan tetap kontruktif. Artinya harus diimbangi dengan adanya ide-ide solusi atas permasalahan yang kita kritisi dalam berita tersebut,” ujar Wilyanto.

Sementara itu, Wahyu Kuncoro tidak menyangkal tuntutan sebagai media industri memang bisa menggerus nilai-nilai idealisme. “Tuntutan dan persaingan media saat ini tidak hanya menyangkut penyajian berita yang akurat, cepat dan eksklusif. Lebih dari itu adalah  bagaimana media bisa menghidupi diri sendiri. Ini tentunya mengandalkan penghasilan dari iklan,” ujarnya. “Itulah yang menjadi tantangan tersendiri bagi media,–bagaimana menyeimbangkan antara aspek kebutuhan finansial dengan tetap tidak menggerus nilai-nilai idealisme media sebagai kontrol sosial. Tetap kritis dengan penuh tanggungjawab,” katanya.

Sedangkan Gus Muhdlor,–sapaan Bupati Sidoarjo  menyampaikan konsep Pentahelix menjadi salah satu konsep penting dalam pembangunan. Media menjadi salah satu unsur kolaborasi didalamnya. Pembangunan yang dijalankannya tidak pernah terlepas dari media.

“Sinergitas ini mari kita jaga bersama, ini bukan untuk siapa-siapa tetapi untuk masyarakat Sidoarjo yang akan merasakan pembangunan yang sedang kita jalankan bersama ini,”ujarnya.

Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo Noer Rochmawati mengatakan salah satu tujuan Bintek kali ini adalah untuk menguatkan hubungan pemerintah daerah dengan media. Dikatakannya peran pers dalam pembangunan sangat dibutuhkan. Kontribusinya dalam pembangunan sangat diharapkan pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Oleh karenanya keharmonisan antara pemerintah dengan media harus terus dijaga. Salah satunya melalui kegiatan seperti ini.

“Salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk menguatkan hubungan pemerintah dengan media agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat transparan dan berimbang,” ucapnya. (*/dilah)
 

Berita Terkait

Top